V. Masalah Kependudukan dan Bahan Makanan 1 Kompetensi Dasar



Download 58.61 Kb.
Sana02.05.2017
Hajmi58.61 Kb.
V. Masalah Kependudukan dan Bahan Makanan

5.1 Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti mata kuliah, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang :



  1. Masalah Penduduk

  2. Populasi

  3. Teori Pertumbuhan Penduduk

  4. Penduduk dan Bahan Makanan

  5. Kebijaksanaan Kependudukan

  6. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Upaya Peningkatan Produksi Pertanian

5.2 Masalah Penduduk

Dalam firman Allah, masalah pnduduk dijelaskan dalam Q.S Al-Insyirah ayat 5-8 yang bunyinya :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,


إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,


 وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ 

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.


Ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya begitupun dengan masalah yang ada di masyarakat saat ini.

Pertambahan penduduk dipengaruhi oleh potensi reproduksi manusia yang dibatasi oleh penyakit, terbatasnya makanan, kompetisi antar jenis dalam perjuangan hidup dan sebagainya. Ledakan pertambahan jumlah penduduk yang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini menyebabkan timbulnya kecemasan tentang implikasi pertumbuhan penduduk yang terus menerus dan penyediaan bahan makanan.

Analisis dampak pertumbuhan penduduk terhadap perekonomian khususnya kekurangan pangan mendapat perhatian lebih luas ketika Malthus mengemukakan teorinya tentang dampak pertumbuhan penduduk terhadap kecukupan bahan pangan.

Kemudian muncullah kelompok teknokrat yang percaya adanya kemungkinan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam produksi tanaman dan ternak serta bahan mentah lainnya yang akhirnya memungkinkan peningkatan tingkat kesejahteraan manusia. Laju pertambahan penduduk berkisar antara 3-4 persen per tahun.

Beberapa alasan dampak meledaknya pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dngan pertambahan jumlah makanan adalah terjadinya kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, fasilitas sosial dan masalah-masalah sosial lain. Teknologi harus dikembangakan sepenuhnya jika ingin memperbaiki kehidupan manusia disamping pertambahan penduduk yang terlalu cepat.

Seperti yang kita ketahui, besar jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini tidak diimbangi pemerataan penduduk mengingat penduduk hanya terpusat pada satu tempat saja. Terpusatnya penduduk pada suatu daerah disebabkan oleh berbagai faktor yaitu :



  1. Tingkat kelahiran

  2. Keadaan tanah yang subur

  3. Relief yang baik

  4. Keadaan air yang baik

  5. Pusat pemerintahan

  6. Pusat pendidikan

  7. Pusat kegiatan ekonomi

  8. Pusat kesehatan

Persebaran penduduk yang tidak seimbang ini dapat menimbulkan permasalahn diantaranya :

  1. Lahan pertanian menyempit menyebabkan menurunnya produksi pertanian

  2. Pengangguran meningkat sementara lapangan kerja terbatas

  3. Terjadinya krisis lingkungan dan pencemaran

  4. Timbulnya berbagai permasalahan sosial

  5. Fasilitas terbatas


5.3 Populasi

Kependudukan atau demografi adalah imu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Didalamnya meliputi ukuran, stuktur, distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiranm kematian, migrasi serta penuaan. Masalah kependudukan di Indonesia terdiri dari beberapa faktor yaitu angka kelahiran, kematia, jumlah penduduk, angkatan kerja, perkawinan dan perceraian.



  1. Angka Kelahiran

Angka kelahiran atau fertilitas merupakan jumlah kelahiran yang terjadi pada suatu penduduk dalam suatu negara.

  1. Angka Kematian

Angka kematian menunjukkan jumlah kematian penduduk dalam suatu negara. Angka kematian merupakan salah satu komponen demografiyang penting sebab dapat mempengaruhi besar perubahan penduduk.

Hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :



  1. Menggalangkan program keluarga berencana (KB) untuk membatasi jumlah anak dalam satu keluarga

  2. Menunda masa perkawinan

5.4 Teori Malthus

Orang yang pertama-tama mengemukakan teori mengenai penduduk adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 – 1824. Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai perbaikan teori Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798 Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :



Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.

Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung). Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah yang dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :



  • Preventive checks

Yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya antara lain :

  1. Penundaan masa perkawinan

  2. Mengendalikan hawa nafsu

  3. Pantangan kawin

  4. Positive checks

Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian, termasuk di dalamnya antara lain :

  1. Bencana Alam

  2. Wabah penyakit

  3. Kejahatan

  4. Peperangan

Positive checks biasanya dapat menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju.

Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain :



  • Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks.

  • Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan dapat mempertinggi produksi bahan makanan dengan cepat.

  • Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya

  • Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi kesehatan dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari Negara.

Teori Malthus tidak berlaku lagi bagi negara-negara barat, tetapi masih berlaku bagi negara-negara Asia.Teori Malthus memang benar dan berlaku sepanjang masa. Penganut golongan ini setuju dengan Teori Malthus, meskipun ada beberapa tambahan /revisi. Pengikut Malthus ini disebut Neo Malthusionism. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai tujuan hanya dengan moral restraint (berpuasa, menunda – perkawinan) adalah tidak mungkin. Mereka berpendapat bahwa untuk mencegah laju cepatnya peningkatan cacah jiwa penduduk harus dengan methode birth control dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Pengikut-pengikut teori Malthus antara lain :



  1. Francis Flace (1771 – 1854)

Pada tahun 1882 menulis buku yang berjudul Illustration and Proofs of the population atau penjelasan dari bukti mengenai asas penduduk. Ia berpendapat bahwa pemakaian alat kontrasepsi tidak menurunkan martabat keluarga, tetapi manjur untuk kesehatan. Kemiskinan dan penyakit dapat dicegah.

  1. Richard Callihie (1790 – 1843)

Ia menulis buku yang berjudul “What Is Love”, apakah cinta itu menurut dia – Mereka yang berkeluarga tidak perlu mempunyai jumlah anak yang lebih banyak dari pada yang dapat dipelihara dengan baik.

  • Wanita yang kurang sehat tidak perlu menghadapi bahaya maut karena kehamilan

  • Senggama dapat dipisahkan dari ketakutan akan kehamilan




  1. Any C. Besant (1847-1933)

Ia menulis buku yang berjudul “Hukum Penduduk, akibatnya dan artinya terhadap tingkah laku dan moral manusia”


  1. dr. George Drysdale (1825 – 1904)

Ia berpendapat bahwa keluarga berencana dapat dilakukan tanpa merugikan kesehatan dan moral. Menurut anggapannya kontrasepsi adalah untuk menegakkan moral masyarakat.

Namun ada beberapa  pendapat ilmuan yang menentang pendapat Malthus yakni,



Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels)

Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi penduduk akan kekurangan makanan). Karl Marx dan Friedrich Engels (1834) adalah generasi sesudah Maltus. Paham Marxist umumnya tidak setuju dengan pandangan Maltus, karena menurutnya paham Maltus bertentangan dengan nurani manusia.

Dasar Pegangan Marxist adalah beranjak dari pengalaman bahwa manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Beda pandangan Marxist dan Maltus adalah pada “Natural Resource” tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan pertumbuhan penduduk. Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produk yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan penduduk.

Pendapat Aliran Marxist:



    • Populasi manusia tidak menekan makanan, tapi mempengaruhi kesempatan kerja.

    • Kemeralatan bukan terjadi karena cepatnya pertumbuhan penduduk, tapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh

    • Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi produktifitasnya, jika teknologi tidak menggantikan tenaga manusia sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya, ini berarti ia menolak teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan angka kelahiran.

Aliran Neo-Malthusian (Garreth Hardin & Paul Ehrlich)

Pada abad 20 teori Malthus mulai diperdebatkan kembali. kelompok ini menyokong aliran Malthus, akan tetapi lebih radikal lagi dan aliran ini sangat menganjurkan untuk mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan cara-cara “Preventif Check” yaitu menggunakan alat kontrasepsi.

Tahun 1960an dan 1970an foto-foto telah diambil dari ruang angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat seperti sebuah kapal yang berlaya dengan persediaan bahan bakar dan bahan makanan yang terbatas. Pada suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan bakar dan bahan makanan tersebut sehingga akhirnya malapetaka menimpa kapal tersebut.

Tahun 1871 Ehrlich menulis buku “The Population Bomb” dan kemudian direvisi menjadi “The Population Explotion” yg berisi:



  • Sudah terlalu banyak manusia di bumi ini.

  • Keadaan bahan makanan sangat terbatas.

  • Lingkungan rusak sebab populasi manusia meningkat.

Analisis ini dilengkapi oleh Meadow (1972), melalui buku “The Limit to Growth” ia menarik hubungan antara variabel lingkungan (penduduk, produksi pertanian, produksi industri, sumber daya alam) dan polusi. Tapi walaupun begitu, melapetaka tidak dapat dihindari, hanya manusia cuma menunggunya, dan membatasi pertumbuhannya sambil mengelola alam dengan baik.

Kritikan terhadap Meadow umumnya dilakukan oleh sosiolog yang menyindir Meadow karena tidak mencantumkan variabel sosial-budaya dalam penelitiannya. Karena itu Mesarovic dan Pestel (1974) merevisi gagasan Meadow & mencantumkan hubungan lingkungan antar kawasan.


Kelemahan teori Malthus

Teori yang dikemukakan Malthus terdapat beberapa kelemahan antara lain :



  • Malthus tidak yakin akan hasil preventive cheks.

  • Ia tak yakin bahwa ilmu pengetahan dapat mempertinggi produksi bahan makanan dengan cepat.

  • Ia tak menyukai adanya orang-orang miskin menjadi beban orang-orang kaya

  • Ia tak membenarkan bahwa perkembangan kota-kota merugikan bagi kesehatan dan moral dari orang-orang dan mengurangi kekuatan dari Negara.

Peranan Teori Kependudukan Malthus Terhadap Ilmu Sosial

Teori yang dikemukakan Malthus menarik perhatian dunia, karena dialah yang mula-mula membahas persoalan penduduk secara ilmiah. Disamping itu essaynya merupakan methode untuk menyelesaikan atau perbaikan persoalan penduduk dan merupakan dasar bagi ilmu-ilmu kependudukan sekarang ini. Doktrin Malthus juga punya akibat penting terhadap teori ekonomi. Para ahli ekonomi yang terpengaruh Malthus berkesimpulan bahwa, dalam keadaan normal, kebanyakan penduduk dapat mencegah kenaikan upah melampaui batas yang layak. Ekonom Inggris yang masyhur, David Ricardo, seorang sahabat akrab Malthus berkata; "Upah yang layak bagi buruh adalah upah yang diperlukan untuk memungkinkan para buruh dapat hidup dan bertahan dari pergulatan, tanpa bertambah atau berkurang." Teori ini lazim disebut "hukum baja upah," disetujui oleh Karl Marx, dan menjadi unsur penting dalam teorinya tentang "nilai lebih."

Pandangan Malthus juga mempengaruhi bidang ilmu biologi. Charles Darwin mengatakan bahwa dia sudah baca Essay on the Principle of Population Malthus, dan ini menyuguhkan mata rantai penting dalam teori evolusi melalui seleksi alamiah.



    1. Penduduk dan Bahan Makanan

Menurut teori perekonomian Malthus, hubungan antara pertumbuhan penduduk dan bahan makanan sangat sederhana. Laju pertambahan makanan membatasi laju pertambahan penduduk. Dalam teorinya, Malthus menganggap bahwa jumlah penduduk senantiasa bertambah banyak sehingga solusi terbaik adalah pengendalian jumlah penduduk.

Malthus menyatakan bahwa apabila penduduk tidak dibatasi, maka akan berkembang biak dengan cepat. Disamping itu, Malthus juga mengemukakan bahwa manusia hidup memerlukan bahan makanan sedangkan laju pertumbuhan bahan makanan lebih lambat dari laju pertumbuhan penduduk. Apabila tidak diadakan pembatasan terhadap pertumbuhan penduduk, maka akan terjadi kekurangan bahan makanan sehigga banyak terjadi kemelaratan dan kemiskinan.

Jumlah penduduk yang terus bertambah tiap 1 km2 dapat mempercepat eksploitasi sumberdaya alam dan mempersempit persediaan lahan hunian dan lahan pakai. Dengan kata lain, jumlah penduduk yang terus bertambah sangat mengganggu daya dukung dan daya tampun lingkungan.

Jumlah penduduk harus seimbang dengan batas ambang lingkungan agar tidak menjadi beban atau mengganggu daya dukung dan daya tampung lingkungan.




    1. Kebijaksanaan Kependudukan

Masalah-masalah fundamental harus diatasi dengan cara meningkatkan produksi pertanian secara mantap, seperti dalam ayat Al-Qur’an surat Ar-Rad ayat 11 yang berbunyi :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS: Ar-Ra'd Ayat: 11)

Untuk mengatasi masalah diatas, diperlukan cara pendekatan ganda, yaitu :



    1. Memenuhi pengembangan teknologi, sosial dan ekonomi untuk memperbaiki kesejahteraan manusia

    2. Secara demografi harus terjadi penurunan dan pengurangan laju kelahiran

Terdapat keyakinan yang besar bahwa laju kelahiran dan kematian pada negara-negara berkembang dapat ditekan dengan cepat daripada negara maju. Pada saat ini telah diterapkan program pengendalian kelahiran diantara melalui program keluarga berencana (KB).

Upaya mengatasi permasalahan diatas dapat dilakukan dengan cara :



  1. Meningkatkan pendapatan nasional dengan mengembangkan sektor migas dan non-migas

  2. Peningkatan dan perluasan tenaga kerja di berbagai sektor usaha

  3. Mendorong pengembangan usaha kecil

Upaya meningkatkan kualitas penduduk dapat dilakukan dalam berbagai bidang, yaitu :

Bidang kesehatan



  • Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan dan gizi

  • Mencegah penyakit menular

  • Penyediaan air bersih

  • Membangun sarana kesehatan

  • Mengadakan program pengawasan obat dan makanan

Bidang kesejahteraan

  • Meningkatkan pendapatan nasional

  • Menekan laju pertumbuhan penduduk

  • Merangsang kemauan berwirausaha

  • Memperluas kesempatan kerja

  • Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga

Cara-cara yang dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu :

  • Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat

  • Meningkatkan kesadaran akan pendidikan kepada penduduk

  • Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi

  • Meningatkan produsi dan pencarian sumber makanan

    1. Hal yang perlu Diperhatikan dalam Upaya Peningkatan Produksi Pertanian

Masalah yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan produksi pertanian di Indonesia antara lain :

  • Sumberdaya manusia di bidang pertanian kualitasnya rendah sehingga produktivitasnya rendah. Kualitas pendidikan merupakan modal pembangunan yang penting disamping kesehatan.

  • Modal yang dimiliki petani umumnya sangat terbatas. Tidak sesuai dengan kebutuhan dan usaha taninya.

  • KUD yang berfungsi sebagai penolong petani masih kurang mampu menolong petani dalam mendapatkan modal dan memasarkan usaha tani.

  • Harga hasil usaha tani yang diterima petani jauh dari apa yang diharapkan.

  • Pemasaran hasil usaha tani kurang lancar sehingga peningkatan produksi tidak diikuti oleh harga jual yang memadai.

  • Biaya tambahan karena penggunaan teknologi baru tidak seimbang dengan nilai tambahan produksi.

  • Fasilitas yang disediakan pemerintah untuk petani kebanyakan dimanfaatkan oleh pihak non-petani.




    1. Bahan Bacaan

  • http://quran-terjemah.org/ar-ra-d/11.html (diakses hari Kamis, 11 Desember 2014 pukul 10.47)

  • http://agusbudipendidikanips.blogspot.com/2013/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html (diakses hari Kamis, 11 Desember 2014 pukul 09.58)

  • https://aripseptianto.wordpress.com/2012/12/02/masalah-kependudukan/ (diakses hari Kamis, 11 Desember 2014 pukul 10.10)

    1. Latihan

    1. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi persebaran penduduk yang tidak merata!

    2. Jelaskan apa yang dimaksud angka kelahiran dan angka kematian!

    3. Sebutkan faktor-faktor yang menurut Malthus dapat mencegah meledaknya pertumbuhan penduduk!

    4. Sebutkan kelemahan Teori Malthus

    5. Sebutkan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk di bidang kesejahteraan!


Do'stlaringiz bilan baham:


Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©hozir.org 2017
ma'muriyatiga murojaat qiling

    Bosh sahifa