Kerbau perah a. Asal dan Penyebaran Susu Kerbau



Download 223.62 Kb.
bet1/3
Sana25.06.2017
Hajmi223.62 Kb.
  1   2   3
KERBAU PERAH
A.     Asal dan Penyebaran Susu Kerbau

Hewan  kerbau yang telah ada sejak 4500 tahun lampau merupakan salah satu hewan yang menyukai kelembaban. Biasanya kerbau terdapat di sebagian besar Asia (Cina, India, Pakistan, Muangthai, Filipina, Srilanka, Malaysia, Indonesia), Eropa selatan (Italia, Rumania,Bulgaria, Chekoslavakia), Mesir, Kepulauan Carribea, Brasil, dan Australia Utara23. Pada 38 negara terdapat kurang lebih 140 juta kerbau, yang mana setengah dari jumlah tersebut terdapat di India (54,5 juta), China (29,4 juta), Pakistan (10,8 juta) dan sebagian lainnya berada di negara berkembang maupun negara maju lainnya23. Selain kerbau mampu diambil dagingnya, hewan tersebut juga mampu diambil hasil susunya. Sebagaimana ternak perah lain, kerbau  perah memiliki hasil utama susu. Kerbau termasuk pemasok susu terbesar ke 2 di dunia2. Di India, kerbau perah merupakan 35 % dari keseluruhan ternak yang ada di sana, kecuali kambing. Atau kerbau penghasil susu kurang lebih 40 % dari total sapi susu di India3.Kerbau di India menghasilkan rata-rata 504 kg susu tiap tahunnya, sedangkan susu sapi hanya sebesar 173 kg tiap tahunnya3.Dari sejumlah 38,5 juta ton yang memproduksi susu dunia, Negara ini menghasilkan susu sebanyak 23,6 juta ton, sedang Pakistan menghasilkan 10,5 juta ton. Perlu diketahui, kerbauperah mengalami pertumbuhan populasi yang cukup besar apabila dibandingkan dengan sapi yakni > 2 %, sedangkan sapi hanya < 0,1 %. Di Asia, kerbau menyumbangkan 37 % dari total produksi susu, bahkan di Negara-negara seperti India, Pakistan,Thailand, Filipina memberikan > 50 %. Ras kerbau susu yang paling baik yang terdapat di India dan Pakistan kebanyakan dipelihara di daerah dimana temperaturenya pada musim panas meningkat sampai di atas 46 °C dan pada musim dingin menurun hingga suhunya dibawah 4 °C4. Di Rusia, perkembangan dari suatu ras kerbau dimulai pada tahun 1935 dan menghasilkan kerbau Kaukasus. Jumlah kerbau pada tahun 1980 di berbagai negara dapat dilihat melalui tabel berikut5:



Negara

Jumlah Kerbau dalam Juta Ekor (1980)

Bangladesh

0,5

Burma

1,9

Daratan China (China Mainland)

30,1

India

60,7

Indonesia

2,3

Iran

0,2

Pakistan Barat

11,3

Thailand

5,5

Sumber : Kim,Y,J.,1981
C.     Klasifikasi

Kerbau



Kerbau di Thailand



Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Mammalia

Ordo:

Artiodactyla

Famili:

Bovidae

Upafamili:

Bovinae

Genus:

Bubalus

Spesies:

B. bubalis




Nama binomial

Bubalus bubalis
(Kerr, 1792)

Dibanding sapi (Bos taurus) kerbau merupakan binatang yang bertulang besar, agak kompak dengan badan tergantung rendah pada kaki-kaki yang kuat dengan kuku-kuku besar. Kerbau tidak memiliki gelambir atau punuk. Salah satu jenis kerbau sungai-salah satu jenis kerbau- bentuk tubuhnya dapat dijadikan sebagai penghasil susu yang baik sesuai dengan bentuk tubuh dari sapi perah, dan bentuk tubuh dari kerbau rawa-jenis kerbau lain- sama dengan bentuk tubuh ras pedaging zebu. Pada umumnya, semua kerbau memiliki tanduk lebih padat daripada tanduk sapi. Arah pertumbuhan tanduknya pun bervariasi, sehingga menyebabkan tanduknya berukuran lebar dibanding tanduk dari sapi perah lain3.

Dari ciri – ciri tersebut diatas umumnya terdapat kerbau domestik yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kerbau sungai dan kerbau rawa-rawa3. Kerbau air (water buffalo) maupun kerbau rawa-rawa (swamp buffalo) memiliki kesukaan/kegemaran akan air, entah itu berkubang dalam air ataupun berkubang dalam lumpur. Jika kerbau sungai menunjukkan kesenangan akan air mengalir yang bersih, beda halnya dengan kerbau rawa yang kesukaannya berkubang dalam lumpur, rawa-rawa dan air yang telah menggenang3. Pada umumnya, produksi susu kerbau rawa adalah 245-778 kg susu pada lamanya hari pemerahan ( laktasi ) 240-293 hari. Sedangkan kerbau sungai menghasilkan susu sebanyak 1700-2000 kg pada lamanya laktasi 280-315 hari3.

Semua jenis kerbau domestik diduga berevolusi dari kerbau liar di India. Kerbau ras dari India terkenal akan kekayaan akan produksi susu yang melimpah. Dapat dilihat dari sifat-sifat khusus yang dimiliki masing-masingyang tergolong kerbau tipe perah diantaranya :

1.    Kerbau Murrah

Kerbau Murrah merupakan kerbau yang habitat aslinya berada di Negara bagian Haryana dan Union territory Delhi di India dan di Propinsi Punjab di Pakistan3. Namun kerbau Murrah merupakan salah satu kerbau perah yang banyak diternakkan  di Indonesia, khususnya daerah sekitar Medan5. Kerbau Murrah selain sebagai kerbau perah yang menghasilkan susu, juga paling efisien dalam menghasilkan lemak susu. Kerbau Murrah merupakan kerbau yang paling utama di dunia, karena mampu memproduksi susu rata-rata 3500-4000 lbs ( 1 lbs=0,453 ) setiap laktasi5. Ternak dari Kerbau Murrah merupakan hasil seleksi yang baik hingga menghasilkan susu sebanyak 5000 – 7000 lbs setiap laktasinya5. Kerbau Murrah mampu memproduksi susu 1814 dalam masa laktasi 9-10 bulan. Di Indonesia, seekor kerbau Murrah mampu menghasilkan susu 1,5 – 3 liter/hari6. Walaupun kerbau Murrah ini termasuk jenis kerbau yang mampu menghasilkan banyak susu, namun petani lebih sering menggunakannya sebagai kerbau pekerja7.


 6

2.      Kerbau Nili dan Ravi        

Kerbau jenis ini adalah kerbau perah keturunan Murrah yang tinggal di lembah sungai Sutley dan Pakistan5. Selain itu juga banyak ditemukan di Lahore, Sheikhupura, Faisalabad, Sahiwal, Multan dan Bahawal Nagar di provinsi Punjab3.

Produksi susu pada jenis Kerbau Nili ini mencapai 20-24 lbs setiap hari. Sedangkan untuk Kerbau Ravi mampu memproduksi susu hingga 4000 lbs dalam masa laktasi 250 hari5.

3.      Kerbau Kundi

Kerbau Kundi  pada awalnya ditemukan di daerah Sind5. Kerbau jenis ini dikenal juga sebagai kerbau putih (walaupun warna kulitnya terkadang hitam) karena adanya warna putih berbentuk bintang pada dahinya. Produksi susu kerbau Kundi ini mencapai 2000 kg dalam masa laktasi selama 300 hari5.


  6

4.      Kerbau Surati

Kerbau Surati atau Surti adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal di daerah Gujarat5. Salah satu ciri Kerbau Surati ini mampu merupakan penghasil susu yang baik; produksi susu rata-rata 1655,5 kg/laktasi dengan kadar lemak 7,5 %5.


5.   Kerbau            Nagpuri
          Kerbau perah ini banyak diternak di Nagpur, Maharashtra, Andhra Pradesh dan Mahya Pradesh. Kerbau ini bertanduk melengkung panjang sekali. Susu dihasilkan rendah, hanya 900-1.200 kg selama laktasi9.

6.      Kerbau Jaffarbadi

Kerbau ini termasuk dalam jenis kerbau sungai yang berhabitat di bagian selatan Gujarat,India.Kerbau ini berciri khas berwarna hitam,tubuh yang masif dan tanduk melengkung kebawah. Berat rata-rata kerbau ini 500kg-900kg. Rata-rata hasil susu per 305 hari adalah 1850kg9.
Lebih mudahnya pengelompokkan kerbau perah dapat dilihat melalui tabel berikut :


Selain jenis-jenis kerbau diatas ada pula jenis kerbau yang ada di Timur Tengah dan Eropa. Kerbau di Timur Tengah mencakup kerbau di Mesir dan daerah Timur Tengah lainnya5. Kontribusi kerbau terhadap produksi susu di Mesir cukup tinggi, yakni mencapai 60 % dari pasokan susu yang ada.  Peternakan di daerah Eropa kini cenderung memeakai sistem mekanisasi yang mengakibatkan jumlah kerbau yang diternakkan menjadi berkurang/sedikit5. Kecuali di Bulgaria dan Italia yang mana kerbau diternakkan bertujuan untuk memproduksi susu dan daging. Produksi susu yang dihasilkan pun bervariasi, yakni antara 1400 – 3000 liter5. Produk olahan yang dihasilkan pun bertambah popular, seperti keju Mozarella dan Ricotta di Italia dan keju Pecorino di Bulgaria5.

Bagi kerbau induk yang telah melahirkan -gudel- anak kerbau memerlukan pakan bergizi tinggi agar mampu untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan baginya.pakan tersebut adalah kolostrum5. Kolostrum mutlak diperlukan selama gudel berada dialam bebas, karena mengandung zat-zat antibodi serta diharapkan mampu mengeluarkan kotoran dari pencernaan. Kolostrum ini mengandung banyak benda-benda darah putih dan bekas-bekas sel epitel dari ambing induk. Rasa kolostrum tidak enak, terkadang sedikit masam, dan berbau kurang sedap1. Namun walaupun begitu, kolostrum memiliki kadar protein, lemak dan mineral yang lebih tinggi dari hewan ternak lainnya5. Dengan adanya kadar protein yang tinggi maka itu sangat penting bagi pertumbuhan karena mampu menjadikan sebagai zat pelindung atau antibodi. Adanya mineral yang tinggi mampu membuat menyebabkan mencret yang berguna sebagai obat pencahar dan membantunya bekerja alat pencernaan. Dengan begitu kolostrum dapat dinamakan sebagai pakan bergizi bagi yang mengkonsumsi, entah itu anaknya (gudel) ataupun manusia yang gemar mengkonsumsi susu dari ternak kerbau. Selain  pakan yang bergizi, gudel pun membutuhkan antibiotik untuk menangkal infeksi dari bakteri penyakit. Susu dari induk juga merupakan salah satu sumber bakteri bagi gudel. Pemberian antibiotik sebaiknya dilakukan saat gudel berumur di bawah 3 bulan.  Karena pada umur kurang dari 3 bulan pada prinsipnya gudel adalah hewan monogastric ( berlambung tunggal)5. Oleh karena itu, umur di bawah 3 bulan antibiotik akan lebih berguna diberikan dibanding pemberian di atas 3 bulan. Antibiotik pun mampu mengatasi keadaan stress bagi gudel. Pemberian antibiotikbersamaan dengan kolostrum akan memperbaiki penampilan pertumbuhan gudel. Setelah pemberian kolostrum, gudel diberi susu sesuai kebutuhannya5. Gudel kerbau pada masa pertumbuhan memerlukan susu/susu pengganti sebanyak 8-10 % setiap harinya. Gudel Mesir diperkirakan membutuhkan susu kolostrum sebanyak 2,88 – 4 kg per harinya. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat pemberian kolostrum dan antibiotic pada gudel5 :


Umur (hari)

Kolostrum/susu (l)

Perlakuan melawan

Tujuan pencegahan

1
2

2
3


4

7

8


2
-

2
2

1

1

1




2 sendok penuh Auromycin

melalui mulut

Memperkuat pembuluh napas

Konsentrat Vit A (1 ml Vitablend)

2 sendok penuh Piperazine adipate. 1 tablet Enterovi oform diikuti dengan 1 oz paraffin cair sesudah 6 jam

a.    Buff antiserum 50 ml s/c

b.    Strinacin ½ - 1 tablet
Sama seperti hari ke 3

Sama seperti hari ke 4




Calf-Scour
Penyakit napas

Ascariasis dan disentri


Menaikkan antibody

Mencegah Diarrhea/Calf Scour

Ascariasis/Disentri

Coccidiosis


Sumber : Anonimus,1978

*pada umumnya diberikan tambahan mineral dan aurofac setiap harridan vitamin A (10000 iu) tiap minggunya.

Cara pemberian kolostrum bisa menggunakan penjatahan dengan cara pemberian 1 atau 2 puting induk kerbau hingga waktu sapih tiba5. Cara penyapihan yang dapat dilakukan diantaranya5:

1.  Disapih segera setelah lahir

Penyapihan gudel segera setelah lahir diberikan  dengan cara memisahkan gudel dari induknya setelah lahir.  Awalnya, gudel diberi kolostrum atau pengganti kolostrum sampai kebutuhan kolostrumnya terlewati. Pemberian kolostrum minimumnya 3 hari. Setelah itu gudel diberi jatah susu seperti cara pemberian kolostrum, yakni penjatahan. Beberapa saat setelah masa pemberian susu hasil pemerahan induknya berlangsung, tidak menutup kemungkinan pemberian susu induk kerbau diganti dengan susu pengganti buatan manusia. Pemberian kolostrum pada gudel sebaiknya sudah dimulai pada jam pertama kehidupan gudel setelah lahir.  Cara ini akan memberikan masukan gizi yang lebih baik bagi gudel daripada pemberian kolostrum setelah 24 jam. Zat antibodi yang terdapat pada kolostrum 1 jam pertama usia gudel sangat berbeda dengan pemberian kolostrum 24 jam setelah kelahiran. Penurunan zat antibodi secara tajam terjadi pada 24 jam pertama sejak induk kerbau melahirkan5.

2.  Disapih setelah masa kolostrum



Penyapihan setelah masa kolostrum memberikan kesempatan bagi gudel untuk mendapatkan susu sejauh yang ia hendaki / inginkan. Ini berarti akan menjadikan gudel lebih leluasa untuk menyusu daripada cara pertama. Penyapihan setelah masa kolostrum menganjurkan agar 1 jam pertama kelahiran, gudel diberi kolostrum untuk mendapatkan zat antibodi / globulin secara penuh5.  Di bawah ini dapat dilihat perbedaan nilai gizi kolostrum susu sapi dan kerbau.

Zat Gizi Teramati

1 jam

24 jam

36 jam

Kerbau

Sapi

Kerbau

Sapi

Kerbau

Sapi

Total Bahan Padat (%)

1.    Lemak (%)

2.    SNF (%)

3.    Laktosa (%)

4.    Protein (%)

5.    Kasein (%)

6.    Globulin (%)

7.    Albumin (%)

8.    NPN (%)

26,98

7,6

19,68

4,22

15,47

4,2

9,93

1,6

0,29

26,54

6,1

20,46

4,0

16,46

5,1

9,97

1,09

0,37

19,96

9,3

10,61

4,72

5,89

3,46

1,50

0,37

0,28

15,57

4,5

11,11

5,14

5,98

3,28

1,76

0,47

0,31

16,87

6,9

10,02

4,02

5,08

3,69

0,72

0,36

0,32

15,83

5,6

9,66

5,32

4,67

3,32

0,55

0,40

0,27

Sumber : Fahimudin (1975)

Dari tabel diatas dapat dilihat kolostrum mengalami penurunan yang tajam setelah 1 jam diperah dan setelah 24 jam, kadarnya tinggal 1,5 %.adanya kolostrum diharapkan mampu mengeluarkan tahi gagak / meconium yang sering menghambat pencernaan gudel.

3.  Disapih setelah diberi susu terus menerus selama 30 hari

Cara ini hampir sama dengan cara yang kedua, memberikan kesempatan gudel untuk leboh banyak menkonsumsi sejumlah kolostrum  dan susu dari induk. Diperkirakan gudel yang diberi susu cukup selama 30 hari, akan menaikkan berat badan yang cukup tinggi5. Penggunaan susu pada cara ini bukanlah suatu keharusan, namun dianjurkan.

4.  Disapih setelah umur 6 bulan

Pada penyapihan ini, gudel diberi jatah 2 puting susu.  Selama belum disapih, itu beratrti gudel masih ikut dengan induknya5.


Namun idealnya, anak kerbau (gudel) dibiarkan tinggal bersama induknya selama 2 minggu10. Setelah itu baru bisa untuk disapih. Namun penyapihan yang mendadak akan menjadikan gudel dan induknya terkejut5. Hal ini mengakibatkan ambing induk kerbau sulit diperah karena susunya ditahan oleh penurunannya oleh induk kerbau tersebut5.
D.     Komposisi dalam Susu Kerbau

Susu kerbau memiliki kandungan gizi tidak kalah dibandingkan susu sapi. Susu kerbau mengandung 4,5 g protein, 8 g lemak, 463 Kkal dan 195 iu kalsium. Susu kerbau lebih kental dibandingkan susu sapi. Hal ini karena susu kerbau mengandung 16% bahan padat, sedang susu sapi bahan padatnya 12%. Kandungan lemak susu kerbau juga lebih banyak, sehingga kandungan energinya lebih tinggi dari susu sapi.   




Ada baiknya bila mengetahui beberapa susunan/komposisi dari jenis masing - masing susu. Di bawah ini adalah tabel yang menjelaskan berbagai jenis susu5 :



Jenis susu

Air %

Protein %

Lemak %

Laktosa %

Mineral %

Susu Manusia

87,60

1,41

3,78

7,00

0,21

Susu Sapi

87,75

3,30

3,70

4,95

0,70

Susu Kambing

87,23

3,70

4,20

4,23

0,84

Susu Kerbau

78,50

5,9

10,40

4,30

0,80


Do'stlaringiz bilan baham:
  1   2   3


Ma'lumotlar bazasi mualliflik huquqi bilan himoyalangan ©hozir.org 2017
ma'muriyatiga murojaat qiling

    Bosh sahifa